Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM

Dua minggu kemarin, saya dan teman-teman dari LDK Al Fatih berangkat menuju Brebes, tepatnya di Dusun Pengempon, untuk melaksanakan Khidmatul Quro (Pengabdian ke Desa-desa).
Dan dalam waktu dua minggu itu, banyak hal yang yang kami lakukan. Mulai dari mengadakan roadshow reciting hadits dan sirah nabawiyyah setiap shubuh, membersihkan masjid, mengajar di sejumlah TPQ, mengadakan seminar untuk anak-anak muda, hingga puncaknya, yaitu mengadakan festival yang berisi lomba-lomba dan tabligh akbar untuk masyarakat setempat.
Saya sungguh kehabisan kata-kata jika harus menggambarkan perjalanan ini. Terlalu indah untuk dilupakan, terlalu jauh untuk kembali diulang. Rasanya, hati ini sudah sangat menyatu dengan masyarakat, bahkan ketika acara penutupan dilangsungkan, banyak di antara kami—bahkan warga juga—yang sampai meneteskan air mata haru, seolah raga ini tak sanggup ‘tuk berpisah setelah dua pekan yang penuh kebersamaan ini.
Saya pribadi mungkin tidak menangis di lokasi—telat saya, bahkan saya nangisnya malah waktu nulis ini, hehe—akan tetapi, saya merasakan betul, betapa perjalanan ini memberikan saya—secara khusus—banyak sekali wawasan baru nan luar biasa, dan pelajaran-pelajaran lain yang tak kalah pentingnya.
Dimulai dari keramahan penduduknya yang membuat saya amat kerasan—bahkan rasanya seperti ada di rumah—berada di tempat yang (sebenarnya) baru, bahkan ketika penutupan, saya merasa sangat berat untuk berpisah, meski tak sampai emosional seperti teman-teman saya yang lain.
Lalu, perjalanan ini mengajarkan saya makna hidup bergotong-royong. Semangatnya yang mulai pudar di banyak tempat, ditunjukkan oleh masyarakat sekitar kami, setiap hari. Ketika kami membersihkan musholla-musholla dan posyandu, mereka tak pernah alpa memberikan kami konsumsi untuk keperluan rehat kami, tanpa diminta, bahkan, ada beberapa orang yang mau membantu kami secara langsung, baik dengan tenaga, ataupun dengan materi, seperti membelikan untuk kami sejumlah barang yang kami lupa membelinya.
Dan ia mengajarkan saya bagaimana mendapatkan kebahagiaan. Melihat senyum semringah dan kebahagiaan warga, tepuk tangan anak-anak dan tawa mereka ketika mereka melihat kami, adalah suatu hal yang tidak bisa diukur dengan materi, sebanyak apa pun.
Dan perjalanan ini mengajarkan saya lagi untuk terus memperdalam ilmu agama. Karena alangkah banyak orang-orang yang berada di pelosok sana, membutuhkan dai-dai untuk menjelaskan kepada mereka tentang urusan agama mereka. Dan tak jarang pertanyaan warga membuat kami—yang masih mahasiswa dan mendapat amanah untuk roadshow hadits, sirah, dan kultum ini—berkeringat dingin.
Ia juga mengajarkan kami cara berurusan dengan orang-orang yang tak menghendaki keberadaan kami. Ya, orang kebanyakan memang mengapresiasi dan berterimakasih atas kedatangan kami, namun ada saja mereka yang tak suka, dan itu niscaya. Bahkan, ada kejadian di mana kami harus pergi dari masjid tempat kami biasa mengadakan roadshow dan kultum tiap shubuh dan maghrib karena komunikasi kami dengan warga sekitar yang tidak terjalin dengan baik, dan dianggap beberapa warga sekitar—khususnya pengurus masjid itu—membawa ideologi wahabi (bahkan salah seorang di antara kami sampai ditanya-tanya tentang keterkaitan kami dengan wahabi, setelah tahu bahwa kampus kami adalah kampus cabang dari Saudi Arabia).
Perjalanan ini menyisakan banyak sekali kenangan, ilmu, serta wawasan baru yang amat sayang untuk diluputkan begitu saja. Saya sendiri menulis ini sambil agak emosional, meskipun telat juga, karena yang lain sudah mulai emosional dari dua hari yang lalu, hehe.
Terakhir,
Jika saya boleh meminta waktu untuk di-rewind, saya akan memintanya untuk di-rewind ke momen perjalanan yang luar biasa ini. Jika treknya telah habis, maka saya ingin me-rewind-nya lagi, untuk terus memperbaiki yang harus saya perbaiki dari perjalanan ini.
Terima kasih, Brebes, yang telah hadirkan arti luar biasa dalam liburan saya kali ini. Semoga di lain waktu, ada kesempatan untuk kita bersama lagi.
@ibnukurnia