Buletin edisi 1
Oleh : Tim Media Center LDK Al-Fatih LIPIA

Allah menganugerahkan rasa cinta kepada setiap makhluk-Nya. Bahkan pada hewan sekalipun Allah titipkan rasa kasih dan sayang untuk dapat mempertahankan populasinya di dunia ini. Sehingga kita akhirnya tahu, disinilah perbedaan antara cinta yang Allah titipkan kepada hewan dan cinta yang Allah anugerahkan untuk manusia. Cinta yang ada pada hewan hanya untuk melestarikan populasi, sedangkan cinta yang Allah titipkan pada manusia punya titah yang jauh lebih besar sehingga tanggung jawab terhadapnya pun juga sama besarnya.
Sebagaimana kita ketahui, manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Dititipinya akal agar mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk. Dan dititipinya nafsu sebagai bahan ujian, siapakah yang mampu bersabar dalam mengelola hawa nafsu tersebut dengan tata cara yang telah Allah ajarkan dalam syariat-Nya.
Dan cinta, maknanya luas. Tokohnya pun ada banyak. Selain cinta antara dua orang laki-laki dan perempuan, ada pula cinta seorang ibu pada anaknya, anak perempuan pada ayahnya, kakak laki-laki pada saudarinya, atau antara seseorang dengan teman sebayanya, dan termasuk di dalamnya cinta seorang hamba kepada Rosul dan juga Rabbnya. Semuanya dititipi Allah rasa cinta dalam perjalanan kebersamaannya. Namun sebagaimana cinta antara dua orang laki-laki dan perempuan, cinta-cinta yang disebutkan barusan pun memiliki ujiannya masing-masing. Maka jika boleh membandingkan, hanya ada satu cinta yang tidak pernah kenal kata sakit hati; yaitu mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan sepenuh hati. Karena hanya Allah-lah Dzat Yang Maha Sempurna, dan hanya Rasul-Nya lah manusia yang tak punya kekurangan lagi dosa. Tapi ini bukan berarti mencintai seorang manusia biasa hanyalah sebuah sumber kekecewaan. Diciptakannya Hawa untuk seorang Adam jadi tanda kasih sayang Allah pada manusia. Maka barangkali orang-orang yang telah Allah hadirkan dalam hidup kita, mereka adalah ‘utusan-utusan’Nya untuk menemani perjalanan hidup kita di dunia ini. Untuk menemani perjuangan kita dalam beribadah kepada Tuhan Yang Maha Satu. Keberadaan kita satu sama lain adalah untuk saling menemani dan juga untuk saling mencintai. Karena Allah Paling Tahu akan kebutuhan hamba-Nya.
Beruntunglah orang-orang yang saling mencintai saudara dan juga kawan seperjuangan seimannya karena Allah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini ;
وعن أبي هريرة قالَ: قالَ رسُولُ اللَّه ﷺ: سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إلَّا ظِلُّهُ: إِمامٌ عادِلٌ، وشابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّه تَعالى، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ في المَسَاجِدِ، وَرَجُلانِ تَحَابَّا في اللَّه: اجتَمَعا عَلَيهِ، وتَفَرَّقَا عَلَيهِ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ، وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّي أَخافُ اللَّه، ورَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فأَخْفَاها، حتَّى لا تَعْلَمَ شِمالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينهُ، ورَجُلٌ ذَكَرَ اللَّه خالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ متفقٌ عَلَيْهِ.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” (Referensi: https://almanhaj.or.id/13029-tujuh-golongan-yang-dinaungi-allah-azza-wa-jalla-pada-hari-kiamat-2.html)
Mencintai seseorang bukanlah pilihan, ia adalah karunia Ar-Rahman, yang kadang hadirnya secara perlahan tanpa kita paksakan. Dan apa-apa yang datangnya dari Allah maka yang sejati adalah yang tidak mendatangkan dosa dan keburukan bagi yang menerima karunia tersebut.
Maka atas setiap kesempatan bertemu dengan manusia-manusia baru di hidup ini, semoga kebaikan mereka tak membuat kita lupa dengan Sang Pemberi Kebaikan. Dan atas setiap kenikmatan berkumpul dengan manusia-manusia yang mau menerima kita apa adanya serta mencintai kita dengan tulus, semoga itu semakin menambah rasa cinta dan syukur kita pada Sang Pemberi Cinta itu sendiri, bukan malah membuat kita terlena. Karena darimana lagi kita dapatkan ketenangan dan kebahagiaan dalam mencintai sesuatu yang baik bila bukan dari Allah Yang Maha Rahman lagi Rahiim. Lakal- hamdu Ya Allah, terimakasih atas segala bahagia dan sebab-sebabnya yang Kau sisipkan dalam hati yang seringkali haus akan rasa kasih sayang dan perhatian ini.
Wallahu a’laam.
Mahasiswa Seutuhnya
Sebongkah emas pembelajaran dari awail LIPIA yang mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk menjadi Mahasiswa Seutuhnya (dirangkum dari Webinar Tarhib Aam Jadid, 12 Februari 2022 ).

Dalam rangka menyambut mahasiswa/i baru LIPIA Jakarta, Departemen Kajian dari LDK Al-Fatih LIPIA mengadakan webinar Tarhib Aam Jadid yang bertajuk “Tetap Berprestasi Walau Layar Kaca Membatasi”. Terdapat tiga narasumber dari masing-masing jurusan (qism) dalam seminar daring kali ini. Qism syariah diwakili oleh Ustadz Miqdar Qur’any, qism lughoh oleh Ustadz Mahmud Hambali, dan qism idary oleh Ustadz Abdul Azzam Lathif, S.H.
Dalam seminar ini dibahas tentang pertanyaan-pertanyaan yang mendasar seperti kenapa memilih untuk kuliah di LIPIA, kenapa memilih jurusan tersebut dan apa saja yang dipelajari dari sana. Tentu pertanyaan-pertanyaan ini ditujukan agar para mahasiswa baru ataupun mahasiswa yang sekarang duduk di bangku idad lughowi memiliki pandangan lebih luas tentang jurusan yang telah atau yang akan dipilihnya. Sebagaimana disebutkan oleh Ustadz Miqdar Qur’any bahwa tidak ada yang lebih baik dari ketiga jurusan yang ada di LIPIA. Semuanya memiliki kelebihannya masing-masing yang mana ilmu yang dipelajari disana sama-sama pentingnya dan sama-sama dibutuhkannya oleh umat Islam dan masyarakat Indonesia secara umum. Maka dalam memilih jurusan sesuaikan kembali dengan passion yang kita miliki dan preferensi bidang apa yang ingin kita berkhidmat di dalamnya.
Lalu dari qism lughoh, Ustadz Mahmud Hambali menyampaikan alasan dan juga kelebihan qism lughoh adalah karena termotivasi oleh salah seorang guru di pesantren beliau yang merupakan alumni LIPIA dan memiliki ilmu yang luas tentang bahasa Arab dan ilmu agama. Pun kelebihan jurusan ini adalah semakin seseorang memiliki kemampuan untuk memahami bahasa Arab dan syair-syairnya, bukan hanya ilmu syar’i saja yang akan ia dapat namun juga akan tumbuh rasa cinta kepada islam dan esensi yang terkandung dalam agama ini. Karena syair adalah salah satu kekayaan islam yang tak pernah usang dimakan zaman dan di jurusan ini mahasiswa juga belajar tentang ilmu alat dan ilmu-ilmu dasar lainnya untuk mempelajari maksud dari ayat-ayat Al-quran yang mana diturunkan dalam untaian kata yang terbaik.
Adapun qism idary, Ustadz Azzam Lathif yang menjabat sebagai presiden FoSSEI 2020-2021 mengatakan bahwa alasan beliau memilih jurusan idary adalah karena semakin berkembang pesatnya inovasi dalam bidang ekonomi syariah di Indonesia. Maka negara ini butuh generasi – generasi ekonom yang kompeten dalam bidang tersebut. Bukan hanya kompeten dalam ilmu ekonominya saja namun juga yang faqih agamanya. Dan qism idary LIPIA lah yang mampu menjadi rahim dari lahirnya ekonom-ekonom tersebut karena di qism ini tidak hanya mempelajari ilmu ekonomi saja namun juga mempelajari ilmu-ilmu syar’i lainnya.
Terdapat beberapa tips dan juga rekomendasi buku di luar muqorror uuntuk mendukung pembelajaran kita selama di LIPIA. Dari qism syariah yakni dengan membuka diri mempelajari ilmu-ilmu perbandingan madzhab baik dari syarh ulama salaf maupun ulama kontemporer. Kitab yang direkomendasikan untuk dibaca adalah kitab Bulughul Maram. Lalu qism lughoh yakni dengan mempelajari ilmu-ilmu dasar yang terdapat di kitab muqorror qism takmily sebagai pijakan awal untuk memahami mata kuliah di jami’i lebih jauh lagi. Dan yang terakhir qism idary, ada tiga buku wajib yang direkomendasikan oleh Ustadz Azzam untuk dibaca semua mahasiswa/i idary yakni; “Pengantar Ekonomi Syariah” (Dr. H. Abdul Ghofur, M. Ag.), “Sejarah Ekonomi Islam” (Ir. H. Adiwarman Azwar Karim), “Harta Haram Muamalat Kontemporer” (Dr.Erwandi Tarmizi, MA) dan juga memperkaya pemahaman ilmu ekonomi dengan membaca buku-buku berbahasa Indonesia yang dipelajari oleh mahasiswa perguruan tinggi negeri lainnya yang lebih mudah dipahami.
Kunci sukses kuliah online :
- Utamakan pemahaman, mulai dari mempelajari syarh yang mudah. Bukan sebuah aib ketika kita membaca kitab ulama kontemporer (bukan kitab ulama salaf).
- Perkaya dengan syarh dari pakar atau ulama salaf yang telah tersedia di YouTube.
- Berdiskusi; membuat sesi zoom/gmeet di luar kelas untuk diskusi bersama dan saling tukar ilmu dengan teman.
- Jangan masuk kelas dalam keadaan otak kosong. Sebelum masuk kelas sangat dianjurkan untuk membaca dan mencoba memahami materi lebih dulu.
- Sadar diri : jika belum faham maka tanyakan! Kepada dosen atau kepada teman yang kita pandang lebih faham. Karena ilmu itu dikejar, bukan datang dengan sendirnya.
- Perhatikan dan jangan mudah terdistraksi oleh hiburan dan juga notifikasi selama perkuliahan berlangsung.
Terakhir, pelajaran yang dapat diambil dari ketiga narasumber yang dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk memberdayakan diri menjadi Mahasiswa Seutuhnya :
- Manage waktu dengan baik dan tentukan prioritas. Belajar dari apa yang dicontohkan oleh Rasulullah; ketika usia 40 tahun kebawah, 2/3 usianya digunakan untuk pengembangan kapasitas diri, lalu 1/3 nya untuk kontribusi terhadap umat. Ketika diatas 40 tahun maka sebaliknya. “Kedalaman ilmu itu seperti pohon yang tinggi, sedangkan kontribusi adalah cabang-cabang rantingnya yang mampu memberi keteduhan bagi orang-orang disekitar” (Ustadz. Miqdar)
- Komponen dalam memanajemen waktu : kapasitas,kontribusi, prioritas.
- Prospek kerja mahasiswa LIPIA : alhamdulillah yang kebanyakan terjadi di lapangan, alumnus LIPIA itu bukan lagi ‘mencari’ tapi ‘dicari’. Maka persiapkan diri dari sekarang.
- Jangan sampai kewajiban kita diluar kuliah melalaikan kita dari kewajiban yang utama. Pahami diri, pahami kekurangan dan kelebihan diri kita.
- Kura-kura : kuliah rapat – kuliah rapat. “Saya berorganisasi karena saya cinta organisasi. Ketika SMP saya mempunyai penyakit gagap, lalu ketika SMA saya belajar organisasi, dan darisana akhirnya saya belajar ngomong di depan banyak orang. Dari situlah sedikit demi sedikit penyakit gagap saya sembuh, maka dari itu rasa syukur saya, saya ejawantahkan lewat berorganisasi.” (Ustadz Abdul Azzam Lathif)
- Menjadi mahasiswa itu waktunya memang harus didedikasikan untuk mengeksplorasi diri, baik dengan mengupgrade diri maupun berkontribusi di masyarakat. Belajar iya, berorganisasi iya, mengajar iya.
- Di dunia kerja yang pertama dilihat bukan IPK, tapi pengalaman dan pencapaian yang diraih semasa kuliah.
- Kuliah adalah nikmat yang tidak bisa dirasakan oleh semua orang. Maka bersyukurlah dengan menjadikan diri kita mahasiswa yang seutuhnya. Yang mampu memberi manfaat untuk diri sendiri dan juga berdaya bagi sesama.
Wallahu a’laam.
