Goresan Pena Untuk Para Pejuang Bangsa

pahlawan

Indonesia-Terbentuknya NKRI ini bukan semata-mata berdiri dan tegak dengan sendirinya. Melainkan mengorbankan perjuangan yang keras bahkan nyawapun jadi taruhannya, semangat yang berkobar-kobar dan cita-cita yang tinggi pada akhirnya membuahkan rasa manis yang tiada tara yaitu kemerdekaan bangsa Indonesia. Semunya itu hasil keringat dan cucuran darah para pejuang-pejuang Negara jaya ini Indonesia raya merdeka sepanjang masa. Tak kalah pula pejuang generasi penerus LDK alfatih turut andil memainkan perannya, sebagaimana ungkapan para pejuang Alfatih bersatu.

Muhammad Irfan Faqih mengatakan:

Siapa saja bisa menjadi pahlawan. Bahkan setiap hari dalam hidup kita, pasti ada pahlawan-pahlawan yang tanpa sadar sudah berjuang demi hidup kita sehari-harinya.

Ya, orangtua adalah pahlawan terbesar dan paling berpengaruh dalam hidup kita.

Mereka tetap berjuang saat yang lain menyerah dan memilih tak peduli.

Mereka tetap beraksi saat yang lain memilih tuk sembunyi.

Mereka tetap membela saat yang lain mencaci.

Mereka tetap mencinta saat yang lain membenci.

*Selamat hari pahlawan_

Febriawan Jauhari mengatakan:

Masa muda haruslah melelahkan, membingungkan dan tak jarang membuat putus asa. Karena dari lelah kita belajar menghargai, dari bingung kita belajar menemukan jati diri dan dari putus asa kita belajar untuk bangkit kembali.

Mengharapkan masa muda tanpa masalah adalah mustahil, semustahil mengharapkan laut tanpa ombak.

Kita memang tidak bisa selalu menang melawan ombak, tapi kita selalu bisa berselancar di atasnya. Kita memang tidak bisa selalu menyelesaikan masalah, tapi kita selalu bisa mengambil hikmah dari masalah tersebut.

Masa muda hanya sekali, digunakan atau tidak digunakan pasti akan habis. Maka gunakanlah. Habiskanlah untuk hal-hal hebat!

*Karena muda hanya sekali, membadailah!_

Ibnu Kurnia mengatakan:

Jadilah pahlawan, setidaknya untuk dirimu sendiri. Jangan biarkan keberanianmu dan impian-impianmu kalah dengan kenyataan yang terjadi. Beranilah untuk berkorban demi sesuatu yang Anda cita-citakan.

“Siapa saja yang mengorbankan impiannya untuk mengalah pada kenyataan, dia sesungguhnya telah kalah” (Thomas Mueller, pesepakbola)

Karena, jika seseorang gagal menjadi pahlawan untuk dirinya sendiri, bagaimana ia ingin menjadi pahlawan untuk keluarganya, lingkungannya, bahkan ummat di sekitarnya?

Karena sesungguhnya para pahlawan yang kita kenal itu, tak menyerah dengan keadaan mereka yang saat itu terjajah. Semboyan mereka, merdeka atau mati! Bayangkan jika mereka tak memiliki semangat seperti ini, mungkin kita masih terus ada di bawah jajahan negara lain sampai hari ini.

*Jadilah pahlawan, setidaknya untuk dirimu sendiri_

Zakiyatul Fuadati mengatakan:

Menurutmu siapakah sosok pahlawan itu?

Wow, pasti ia merupakan sosok seorang pejuang yang  berjiwa kesatria, tentunya dalam hal kebenaran.

Apakah hanya sebatas itu?

Tentu tidak! sosok pahlawan itu memiliki makna yg bgtu tersirat dan sangat luas.

Mendekatlah… bercerminlah…

Tentu kamu melihat sosok yang berdiri didepanmu itu. Nah itu dia, Kamu adalah pahlawan bagi dirimu sendiri.

Wait…!

Itu akan terwujud selagi kamu mampu mengalahkan dan menjaga NAFSUMU.

Amati dan renungilah sosok heroik umat islam, yaitu Rasulullah shallahu alaihi wasallam. Bercerminlah darinya dan kepada para sahabat-sahabatnyanya. Mereka adalah cermin terbaik sepanjang masa. Apalagi kamu adalah seorang Pemuda. Zaman boleh berbeda, tapi semangat pemuda tetap akan selalu membara dan berapi-api. Bahkan Hiruk pikuknya dunia tidak akan menundukkan semangat seorang pemuda.

*Ayo berjuang dan terus berusaha menjadi yg terbaik_

kunjungi media sosial Al-fatih : 

| Al-fatihFacebook.com | Al-fatihInstagram.com |  Al-fatihTwitter.com | 

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *