Kiat Agar Orang Lain Menyetujui Cara Berpikir Anda


Prinsip 1: Hindari Debat Kusir
Anda Tidak Bisa Memenangkan Perdebatan.
Mengapa? Karena jika Anda kalah, Anda tetap kalah. Dan jika Anda menang, Anda juga tetap kalah, karena Anda telah membuat lawan Anda merasa rendah.
Terlepas dari kehendaknya, orang tetap merasa yakin. Pendapatnya akan tetap sama.
Lalu bagaimana kita membangun kebiasaan untuk menghindari argumen?
Sadari keuntungan luar biasa jika Anda bekerja sama. Menurut Esther Jeles, hal ini terjadi ketika Anda “mengakui bahwa kemungkinan untuk mendapatkan hasil interpersonal yang lebih hebat menjadi lebih besar saat pengalaman dan wawasan Anda dipadukan dengan pengalaman dan wawasan orang lain.”


Prinsip 2: Hormati Pendapat Orang Lain, Hindarilah Mengatakan “Anda Salah”
Beberapa poin penting dalam prinsip kedua ini:

  1. Ejekan dan pelecehan tidak akan pernah membuat orang lain setuju.
  2. Jangan berdebat dengan pelanggan, pasangan, atau musuh Anda. Jika ingin menunjukkan kesalahan mereka, gunakan cara yang lebih diplomatis.
  3. Dengan mengatakan bahwa lawan bicara Anda salah, seolah Anda telah memukul telak harga dirinya.

Setiap manusia pasti melakukan kesalahan, lalu bagaimana Islam mengajarkan kita untuk saling menasehati?
Imam Syafi’i mengajarkan bahwa menasehati orang dalam keramaian tidak dianjurkan. Sebaiknya, nasehat diberikan dalam keadaan tidak di hadapan banyak orang.


Prinsip 3: Jika Anda Salah, Segera Akui Secara Simpatik
Mengakui kesalahan akan mengangkat seseorang jauh lebih tinggi dari kebanyakan orang lain dan memberikan perasaan gembira dan terhormat.


Prinsip 4: Mulailah dengan Cara yang Ramah
Lincoln mengatakan, “Setetes madu menangkap lebih banyak lalat daripada segalon empedu.”
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keramahan dan kelembutan dalam menyampaikan pendapat kepada lawan bicara kita.
Mengapa perlu keramahan dan kelembutan?
Karena jika hati seseorang terluka karena berselisih paham dan merasa tidak enak terhadap Anda, Anda tidak bisa menariknya ke dalam cara berpikir Anda meskipun dengan semua logika.


Prinsip 5: Buat Orang Lain Segera Berkata “Ya, Ya”
Ketika berbicara dengan orang, jangan memulai dengan hal-hal yang membuat Anda berseberangan. Mulailah dengan menekankan hal-hal yang Anda setujui. Usahakan agar seolah-olah Anda dan lawan bicara sedang mengupayakan hal yang sama, dan yang berbeda adalah metode, bukan tujuan.
Mengapa?
Ketika seseorang berkata “ya,” semua penarikan diri tidak akan terjadi. Dia berada dalam sikap bergerak maju, menerima, dan terbuka. Ini semakin memudahkan kita untuk memperoleh tujuan akhir kita.


Prinsip 6: Ajak Lawan Bicara Anda Berbicara Banyak
Seperti yang dikatakan La Rochefoucauld, filsuf berkebangsaan Perancis, “Kalau Anda menginginkan musuh, ungguli kawan-kawan Anda, namun kalau Anda ingin punya kawan, biarkan kawan Anda mengungguli Anda.”
Mengapa pendapat itu benar?
Karena ketika kawan-kawan kita mengungguli kita, mereka merasa penting. Namun, apabila kita yang unggul dari mereka, mereka akan merasa rendah diri dan cemburu.


Prinsip 7: Buat Agar Usul Pendapat Datang dari Orang Itu
Manusia selalu bersemangat dengan ide dan pendapat miliknya.
Prinsip ini menunjukkan bahwa menghargai perspektif orang lain dan memberi mereka kesempatan untuk berkontribusi merupakan kunci dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan dan mempengaruhi dengan positif.


Prinsip 8: Cobalah dengan Tulus Melihat Masalah dari Sudut Pandang Orang Lain
Ketika seseorang benar-benar melakukan kesalahan, coba untuk mencari alasan mengapa ia melakukan hal tersebut dan dengan jujur coba untuk menempatkan diri Anda pada posisinya.
Apa yang diinginkan setiap manusia adalah simpati. Tiga perempat orang yang kita temui adalah orang yang haus akan simpati. Maka, berikan hal itu kepada mereka, maka mereka akan mencintaimu.


Prinsip 9: Imbaulah dengan Motif yang Mulia
Imbaulah setiap orang dengan sesuatu yang disukai oleh banyak orang.
Lord Northcliffe meminta surat kabar untuk tidak mempublikasikan fotonya dengan alasan bahwa ibunya tidak menyukainya, mengimbau rasa hormat dan kasih sayang yang dimiliki setiap orang terhadap ibu mereka.


Prinsip 10: Dramatisasi Ide Anda (Buat Ide Anda Ilustratif)
Ini adalah zaman dramatisasi. Tidak cukup sekedar mengatakan kebenaran. Kebenaran harus dibuat nyata, menarik, dan dramatis.
Beberapa tahun yang lalu, Evening Bulletin Philadelphia menghadapi fitnah yang menyatakan bahwa korannya penuh iklan dan sedikit berita. Untuk memadamkan rumor ini, mereka menerbitkan buku berjudul One Day yang mengompilasi semua artikel menarik dalam satu hari terbitan.
Pendekatan ini menunjukkan pentingnya mendramatisasi kebenaran untuk menarik perhatian.


Prinsip 11: Beri Tantangan
Yang disukai oleh setiap orang yang sukses adalah permainan, di mana dia mendapatkan peluang untuk mengungkapkan diri, membuktikan harga diri, untuk unggul dan menang.
Seperti yang dikatakan oleh Charles Schwab setelah berhasil membangkitkan gairah-tantangan di antara pekerja-produksinya: “Cara melakukannya,” kata Schwab, “adalah merangsang persaingan, bukan dalam cara yang jahat dan serakah, tetapi dalam hasrat untuk menjadi unggul.”
Hasrat untuk unggul dan tantangan adalah cara agar orang bisa tetap bersemangat!


Penutup
Ingat, Anda berhadapan dengan emosi, bukan logika.
“Ketika berhadapan dengan orang lain, ingatlah bahwa Anda tidak berhadapan dengan makhluk yang menggunakan logika, tetapi makhluk yang menggunakan emosi.” – Dale Carnegie


(Materi AFM x Read n Discuss dari buku “How to Win Friends and Influence People” oleh TTFQ. Dengan gubahan oleh editor blog.)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *