Menelisik Peran dan Kiprah Para Pahlawan Islam Nasional Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan

Oleh : Diah Setianing Islami

Apa yang terlintas di benak kita ketika berbicara tentang 10 November? Ada peringatan bersejarah apa di tanggal tersebut?

10 November 1945 diperingati sebagai hari bersejarah yaitu Hari Pahlawan, yang merupakan peringatan peristiwa heroik arek Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan gagah berani nya Bung Tomo memimpin pertempuran tersebut. Orasinya yang berapi-api mampu menggetarkan hati para pejuang. Semangatnya yang bergelora kembali membakar jiwa-jiwa yang lelah akan pertempuran. Hingga akhirnya Bung Tomo dan para pejuang berhasil mengusir tentara Inggris, dan mengembalikan Surabaya ke tangan rakyat Indonesia. Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 itu pun ditetapkan sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres pada 16 Desember 1959.

Merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah dan sekutu memang bukanlah suatu perkara yang mudah. Tak terhitung betapa banyak darah yang tumpah, ratusan bahkan ribuan nyawa yang gugur demi memperjuangkan kemerdekaan. Yang bangsa ini inginkan hanya satu, merdeka diatas tangan sendiri, dengan jerih payah dan cucuran keringat sendiri, bukan karena belas kasih para penjajah yang tak punya hati nurani. Karena bagaimanapun harkat dan martabat bangsa ini harus dijunjung tinggi diatas segalanya, Indonesia harus ‘berdikari’ berdiri diatas kaki sendiri.

Presiden Ir. Soekarno dan Wakil Presiden Drs. Mohammad Hatta sebagai proklamator mengambil peran penting dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Hingga pada akhirnya bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya, menjadi negara berdaulat yang diakui secara de facto dan de jure.

Hari Pahlawan ini memang menjadi moment yang sangat tepat untuk mengingat jasa-jasa para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Kemerdekaan Indonesia tentunya tidak akan berjalan mulus tanpa jasa-jasa para Pahlawan juga Tokoh Nasional, pejuang yang tak gentar pada musuh, rakyat Indonesia yang tak takut akan mati, juga para ulama dan santri yang bersatu padu, semuanya bekerja sama bahu membahu memperjuangkan kemerdekaan tanah air tercinta ini.

Mari berkenalan dengan beberapa Tokoh Pahlawan Islam Nasional yang ikut andil dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Satu, Jenderal Soedirman, beliau adalah seorang panglima besar, jenderal bintang lima, yang strategi perang gerilyanya mampu memukul mundur Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia pasca kemerdekaan. Saat itu kondisinya sedang tidak sehat, akan tetapi ia memilih berperang gerilya dan keluar masuk hutan untuk melawan pasukan Belanda. 

Dua, Haji Agus Salim, sang tokoh diplomasi, orator ulung, juga Menteri Luar Negeri pertama Republik Indonesia ini adalah seorang polygot, total bahasa asing yang beliau pahami berjumlah 7 bahasa asing, sangat mengagumkan bukan?. Hal inilah yang membuat beliau dijuluki “the grand old man” di kalangan para pejuang kemerdekaan.

Tiga, KH. Hasyim Asy’ari tokoh Ulama Islam yang juga Pahlawan Nasional Indonesia. Beliau memiliki wawasan luas dan pemikiran visioner dalam sejarah perjuangan. Salah satu bukti nasionalisnya, beliau mencetuskan Resolusi Jihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada 22 Oktober 1945 yang sejak tahun 2015 diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

Dan yang terakhir adalah Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau biasa kita kenal HOS. Tjokroaminoto. Beliau adalah seorang guru besar, gurunya para bapak bangsa, beberapa tokoh nasional adalah murid beliau, diantaranya presiden pertama Ir. Soekarno, Haji Agus Salim, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan dan Kartosoewiryo. Meskipun beliau tidak dapat melihat dan merasakan kemerdekaan Indonesia, karena Allah Ta’ala telah memanggil beliau lebih dulu, akan tetapi murid-murid didikan beliau telah menjadi bukti nyata perjuangan seorang HOS Tjokroaminoto dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Dan kata bijak beliau yang paling terkenal adalah “setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat”.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *