Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Oleh: Rafif Kamal
Pada dasarnya, citra diri manusia ditentukan oleh dirinya sendiri. Bila anda ditanya bagaimana citra Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, tanpa ragu anda akan mengatakan bahwa ia memiliki citra diri yang baik, akhlak yang sempurna, perkataan yang halus berbalut makna, perawakan yang sedap di mata, kebijksanaan yang bersahaja, kesabaran yang tak terkira, serta keberanian bagaikan singa, kesempurnaan dan keteladanan pribadi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tertuang dalam firman Allah ta’la yang berbunyi :
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [al-Ahzab/33:21]
Lalu bagaimana dengan citra diri anda? Apakah anda memiliki citra diri yang baik atau buruk?
Pada dasarnya, hati manusia condong kepada kebenaran dan kebaikan. Manusia akan merasa bahagia apabila dirinya memiliki citra diri yang baik. Namun pada kenyatannya, tidak semua manusia memiliki citra diri yang baik. Banyak dari manusia memiliki citra diri yang buruk, walaupun hati kecilnya merintih, mengelak atas citra buruk yang tersemat pada dirinya.
Pada tulisan ini, saya akan berbagi tips bagaimana mengubah pribadi dari ‘Citra Diri yang Negatif’ menuju ‘Citra Diri yang Positif’.
1. Mengubah pola pikir
Untukmu yang ingin berubah, sesungguhnya pertarungan pertama dalam mengubah citra diri adalah pikiranmu sendiri. Sebagian orang yang memiliki citra diri yang buruk berkata :
“Saya mah udah terlanjur dicap buruk. Ngapain berubah jadi baik? Percuma.”
Jika anda sudah pesimis untuk menjadi lebih baik, berarti anda telah kalah sebelum berjuang. Ada sebuah pepatah yang berbunyi :
“Barangsiapa yang dapat mengubah pola pikirnya, sesungguhnya ia telah mengubah jalan hidupnya.”
Mengendalikan alam bahwah sadar dan memiliki pola pikir positif itu kunci utama. Karena citra diri seseorang lahir lintasan pikirannya. Lintasan pikiran yang terus menerus hadir, akan melahirkan pola pikir. Pola pikir akan melahirkan tindakan. Tindakan-tindakan yang sering dilakukan akan melahirkan perilaku. Perilaku yang kuat akan menjadi karakter seseorang, dan mencermirkan karakter dan citra diri orang tersebut. Jadi, mulai dari sekarang ubahlah pokor pikirmu. Katakanlah dengan lantang pada dirimu :
“Aku ingin berubah. Aku ingin berbenah, Aku bisa menjadi lebih baik.”
2. Lakukanlah kebaikan sekecil apa pun
Untukmu yang ingin berubah, lakukanlah kebaikan sekarang juga, sekecil apapun, tanpa nanti, tanpa tapi. Karena dalam melakukan sebuah kebaikan, kau tak perlu menunggu dirimu menjadi sempurna. Cukuplah kebaikan kecil yang kita lakukan menjadi setitik cahaya yang dapat menerangi gelapnya dunia.
3. Tinggalkanlah segala keburukan
Untukmu yang ingin berubah, cobalah anda duduk sejenak. Duduk dalam keheningan, kesendirian, dengan hati yang tenang. Coba kamu renungkan, keburukan apa yang selama ini kamu lakukan? Adakah perkataanmu yang telah menyakiti hati orang lain? Adakah tingkah lakumu yang telah merugikan orang lain? Adakah kebiasan burukmu yang harus kau tinggalkan? Bila ada, tinggalkanlah semua itu. Maafkanlah dirimu. Minta maaflah kepada orang yang telah kamu rugikan. Lalu tunjukkan kepada mereka bahwa kau tidak akan mengulanginya lagi. Karena sebaik-baiknya kata maaf adalah kesalahan yang tidak diulang.
4. Konsisten
Untukmu yang ingin berubah, berpegang teguhlah di atas jalan perubahan. Pada mulanya, akan datang hujan cacian dan makian atas perubahan yang kamu lakukan. Orang-orang akan berkata :
“Ah elah lu tiba-tiba baik, palingan besok nakal lagi.”
“Lu mendadak baik, katanya sih pengen tobat. Gua ragu lu bisa berubah.”
“Sekarang lu gak asik orangnya. Diajak yang aneh-aneh kagak mau. Sok suci lu!”
“Lu berubah bilang aja mau cari muka. Pencitraan. Dasar munafik!”
Namun ketahuilah, bila kamu benar-benar serius ingin mengubah citra diri, teguh menapaki kebenaran yang kamu jalani, konsisten membangun citra baru yang ingin kamu raih, dan bila kamu dapat membuktikan kepada para pencerca bahwa kamu benar-benar sudah berubah, sesunggunya orang-orang yang tadinya menghina mereka pada akhirnya akan mengakui perubahanmu, menghormatimu, bahkan turut ingin berubah mengikuti langkahmu.
Karena konsistensi adalah inti dari perjuangan mengubah citra diri.
Dengan konsistensi, mereka yang menyindir akan membisu kagum padamu.
Dengan konsistensi, mereka yang mencela akan tunduk hormat atas akhlakmu.
Dengan konsistemsi, mereka yang meragukan akan berdiri mengokohkanmu.
Dengan konsistensi, citra diri yang kau impikan akan benar-benar datang menghiasi dirimu.
“You cannot change the circumstances, the seasons, or the wind, but you can change yourself. That is something you have charge of”. (Jim Rohn)