Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Oleh: Rafif Kamal
Dengan membawa rasa bangga yang melangit, berbondong-bondong orang Badui dari Bani Asad mendatangi Rasulullah ﷺ, mereka tampakkan diri sembari membangga-banggakan jasa mereka kepada nabi ﷺ.
“Kami masuk Islam tanpa peperangan“, ungkap orang-orang Badui, “Kami tidak memerangimu sebagimana orang yang lain. Kami senantiasa mengikutimu serta menolongmu.”
Berlandaskan peristiwa ini, Allah menurunkan sebuah ayat sebagai jawaban atas pernyataan orang-orang Badui.
يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا قُل لّا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلامَكُم بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلإِيمَانِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
“Mereka merasa telah berjasa kepadamu dengan keIslaman mereka. Katakanlah, “Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keIslamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang jujur.” ( Al-Hujurat: 17)
Dikutip dari tafsir Al-Muyassar dalam ayat ini Allah ta’ala berpesan, “Maka katakan kepada mereka, jangan sebut jasa kalian dengan masuk Islam karena manfaatnya kembali kepada kalian. Allah yang memberikan kenikmatan kepada kalian yaitu memberikan taufik dalam keimanan. Jika iman kalian benar.”
Peristiwa yang tertuang dalam ayat ini menunjukkan bahwa menjaga keikhlasan dalam beramal, membersihkan amalan dari rasa bangga, serta memastikan tiap gerik amalan agar selalu berlandaskan rasa ikhlas kepada Allah merupakan amalan hati yang senantiasa harus kita jaga.
Terkadang, hati yang lemah tidak sanggup untuk menahan. Tidak tahan untuk memamerkan kepada khayalak akan betapa hebatnya kita. Tidak tahan untuk menunjukkan kepada manusia akan betapa besarnya kontribusi kita. Tidak tahan untuk menjaga diri dari rasa bangga akan betapa agungnya posisi kita dalam dakwah Islam.
Iblis tak pernah menyerah untuk menggerakkan lisan seorang hamba agar ia berucap,
“Tanpa ada saya, program dakwah ini tidak akan berjalan.”
“Kalau bukan saya yang mulai, organisasi ini tidak pernah lahir.”
“Kalau bukan karena saya, dia tidak akan hijrah dan mendapat hidayah.”
Saudaraku,
Sungguh orang yang merasa dirinya paling berjasa pada Islam, pada umat, pada dakwah, sesungguhnya ia telah menafikan kuasa Allah. Ia lupa atas posisinya. Ia tak lebih dari seorang hamba yang pada nyatanya tak punya daya kuasa apapun kecuali atas izin Allah.
Saudaraku,
Tugas kita hanya beramal dan berkontribusi. Biarlah Allah yang menilai. Jangan kecil hati bila tak ada seorangpun yang mengapresiasi. Jangan hiraukan perhatian dan perkataan manusia atas letih yang kita rasakan, atas kerja yang kita perjuangkan, atas pengorbanan yang kita berikan.
Cukuplah kita pamerkan amalan kita kepada Allah, Dzat Yang Maha Mengetahui segala yang tampak maupun yang tersembunyi.
Selamat memburu mutiara kebajikan dalam luasnya samudera keikhlasan!