Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
5. Dept. Kaderisasi
Dakwah itu …
Melihat dengan mantap
Mendengar segala ratap
Melangkah dengan tegap
Menggenggam bagai sayap
Merasakan kerikil yang menancap
Dakwah itu …
Ibarat satu tubuh yang utuh
Iman adalah jantungnya
Islam adalah nadinya
Ihsan adalah organnya
Organisasi adalah penggerak fungsinya
Dakwah itu …
Kita, dengan jiwa dan raga
Kita, dengan semua problematika
Kita, dengan tidak dipaksa
Karena kita kawula muda
Yang siap berdikari di jalan dakwah
Subuh memeluk para pejuang kasur. Di saat kumandang azan saling sahut-sahutan. Memecah suasana dingin yang mencengkram. Setiap insan yang diberi nikmat, bangkit memenuhi panggilan.
Masih di pagi yang sama. Jiwa-jiwa mulai memeluk mentari. Menyapa dunia di subuh buta. Namun jiwa ini masih terlena manisnya mimpi. Segera aku gelar kasur, hendak bersemayam ke dunia bawah sadar. Belum lagi tubuh aku rebahkan. Sahutan ponsel memekik suasana. Spontan aku meraih badannya, dan mencari pesan buruanku. Yang telah menggangguku.
Satu dua pesan mulai melayang masuk ke beranda. Menyita banyak ruang untuk dibaca. Malas aku menggali pesan yang tertimbun. Aku terfokus sebuah pesan grup bernada panggilan. Aku teliti memandangnya. Ternyata dari Pak Kadept, meminta agar salah satu anggota ikut sebuah kegiatan. Tanpa basa-basi, aku meraih handuk yang masih bergelantungan di luar rumah. Aku bergegas mandi. Seperti dikejar komandan militer dengan tongkat panasnya.
Baru aku menyelesaikan kegiatan bersih badan. Aku malah bingung mau pakai baju apa. Teringat ini acara special organisasi, maka aku putuskan memakai baju kaos bertuliskan Al Fatih. Tak pakai pikir panjang. Aku berjalan menyusuri kendaran yang berdiri kaku karena macat. Menerobos di cela-cela keramaian. Akhirnya aku sampai di Masjid Al Ikhlas. Tak menunggu lama, tenyata disana sudah ada tim yang menunggu. Dan pas kebetulan sudah mau jalan. Akhirnya aku bisa ikut tanpa ketinggalan.
Di dalam mobil aku diam saja, menikmati hawa perjalanan. Setiap badan jalan yang kami sepertinya tidak jauh dari bau tol lagi. Sehingga kami memasuki pintu tol sekitar dua atau tiga kali. Selang waktu lima belas menit, kami pun sampai di tujuan. Papan nama yang terpampang di depan gerbang ikut menyambut kedatangan kami dengan hangat. Namun kami masih bingung dimana letak kegiatannya.
Kami ambil kebijakan turun di tengah area kampus. Kami mulai mencari masjid kampus yang dimaksud. Menyusuri lahan kampus yang cukup luas dan tertata rapih. Ternyata kampusnya bercengkerama langsung dengan warna. Dan kami disambut berbagai adat dari betawi. Seperti lenong, kerak telor, dan silat. Hal ini menambah ketertarikan kami menyusuri jalan yang mungkin kami tak tahu ujungnya.
Ketua tim perjalanan hampir membawa kami bertapak tanpa tujuan. Tiba-tiba kami melihat wajah yang tak asing sedang mengambil gambar atau video. Ternyata mereka juga sedang mencari masjid, tapi sambil motret. Karena berpapasan, akhirnya kami ajak mereka kembali mengikuti jalan kami yang belum tentu benar.
Ketika memandang masjid berkubah hijau di kejauhan mampir dua orang tak dikenal seketika menjabat tangan. Spontan kami menyambut dengan tangan juga. Ternyata pucuk dicinta ulang pun tiba. Sudah ditakdirkan ketemu tak mungkin tersesat lagi. Ternyata mereka sudah menunggu sedari tadi di pintu gerbang masjid yang ditutupi stand yang berjejer.
***
Acara dimulai dengan hangat. Sambutan dari ketua LDK MBM yang santun dan ramah. Ditambah senyum yang terus rekah di pipinya. Tak kalah juga Pak Ketum yang gagah dan berwibawa. Menyampaikan sambutan pembangkit tenaga jiwa. Mengenalkan tujuan keluarga LDK Al Fatih ke depan.
Kegiatan disambung diskusi ringan masing-masing departemen. Banyak hal yang bisa kita petik, bahwa tantangan dakwah setiap keluarga itu berbeda, dan dipengaruhi lingkungan dakwah itu sendiri. Kemudian diskusi dihentikan sejenak. Mengingat waktu dzhuhur telah datang. Selepas sholat, kami diajak makan siang. Makan siang yang nikmat ditemani anak-anak, dan tak mau kalah juga seekor kucing yang mondar-mandir menagih sisa makanan. Hal itu semua terekam di ingatan.
Akhirnya diskusi singkat dilanjutkan. Selepas diskusi ada sedikit kegiatan foto ceria. Kemudian pembagian bingkisan dari kedua belah pihak. Tidak sampai disitu acara ini berakhir. Kami diajak berkeliling melahap pemandangan kampus yang cukup menyita tenaga kaki. Sedikit berputar di depan Kantor Rektorat dan lapangan upacara. Dan berakhir di pusat berfoto paling menarik perhatian pengunjung.
Mungkin hanya itu yang bisa tersampaikan oleh jari, namun masih tersimpan banyak memori yang termaktub dalam ingatan.
6. Dept. Kajian & Training
Kenangan Manis di Bumi STAN
Jaket biru telah siap, kaki pun melangkah mantap.
Berbekal kuatnya niat serta semangat yang hebat, bertolaklah pasukan Al-Fatih menuju bumi STAN dengan penuh khidmat.
Meski sempat sebagian pasukan tersesat, dengan kuasa Allah Dia sampaikan kita dengan selamat.Senyum merekah, tangan pun saling menjabat.
Mereka sambut pasukan Al-Fatih dengan senyum sapa dan hormat.
Bahkan pada pertemuan pertama, nuansa ukhuwah terasa begitu erat.Mungkin seperti perasaan muhajirin dan anshor ketika pertama bersua.
Tanpa ikatan darah, dalam sekejap kita merasa bersaudara.
Tak peduli siapa aku siapa dia, hubungan kita telah terajut dengan iman dan taqwa.Pertemuan itu begitu sarat akan makna.
Bukan hanya perbincangan biasa yang tak bertuju apa-apa.
Sesaat serius, namun diimbangi canda tawa.
Hingga tersampaikanlah ilmu dan hikmah dengan cara yang mempesona.Pertemuan itu begitu membekas dalam hati dan jiwa.
Semangat menyampaikan kebaikan terasa kian menggelora.
Kembali hati tersadar akan tugas yang terbentang di depan mata.
Perjuangan masih berlanjut, menanti para pejuang dakwah sepanjang masa.Demikianlah kisah kami.
Meski sederhana semoga bisa menginspirasi.
Maka coretan ini bukanlah bait-bait puisi.
Ia hanya sebatas refleksi dari hati yang terlampau girang akan nikmat ilahi.
7. Bendahara Umum
Puing Awan dari STAN
Serpihan langit berirama
Menampung nada-nada budayaPuingan awan piaskan cahaya
Menerpa semangat api pejuang el-de-kaWaktu bercengkerama
Bercerita tentang kita
Mahasiswa perangkai masa
Pemangku bendera, tunas atma nusantaraApa ini hanya perjalanan hampa?
Yang kau sapa, lalu kau buang tanpa kata?
Bahkan langit tahu serpihan makna
Api api kecil yang bernaung di relung jiwaIni bukan jalan para pemaki
Atau pemburu hutang budiNamun ia adalah ikrar suci
Yang dilukis darah pejuang negeriIni perjalanan waktu
Maka kau harus tahu,
Kau tak sendirian, kawan …Karena di langit sana,
Ada puing-puing awan yang siap menghalau bumi dari kutukan
Doa doa teman, pembasuh jiwa para pahlawan di jalan Tuhan
8. Dept. Fundraising
Buah Tangan Fundraising
Beberapa hari sebelumnya kita selalu berharap akan mendapatkan pengalaman baru, cerita baru, ilmu baru, dan bahkan teman baru.
12 november, dengan semangat yang tinggi, pakaian yang sudah rapi, dan dengan percaya diri kita mulai melangkahkan kaki.
Salam dan sapa serta tangan-tangan yang saling berjabat memberikan makna yang lebih dari silaturahmi.
Sambutan hangat dari LDK MBM membuat awal dari silaturahmi kampus menjadi lebih berarti.Bahkan kita tidak pernah ragu untuk saling berbagi dan bercerita, disertai dengan canda dan tawa. Tidak ingin rasanya moment seperti ini lewat dengan sekejap. Bahkan kita bisa merasakan indahnya ukhuwah, Kurang dari 12 jam kita saling kenal dengan anggota LDK MBM, tapi seakan kita telah saling kenal lebih dari 12 bulan.
9. Dept. Media Center