Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Alhamdulillah, telah terlaksana program Silaturrahim Kampus pada tanggal 12 November 2017. Program ini digerakkan oleh Dept. Hubungan Masyarakat dan diikuti oleh perwakilan masing-masing departemen.
Silaturrahim Kampus kali ini bertuju ke LDK Masjid Baitul Maal Sekolah Tinggi Akuntansi negara (STAN) Tangerang, berikut oleh-oleh kesan dari setiap bidang:
1. Ketua Umum
Bermula dari Masjid
Gerakan dakwah para aktivis yang tergabung dalam FSLDK Indonesia sejatinya bermula dari masjid. Ya, bermula dari Masjid Salman ITB yang kala itu, di tahun 1970-an, melaksanakan sebuah training berbasis alam, Latihan Mujahid Dakwah. Maka, tidak heran jika nama-nama masjid kampus kerap kali didapuk sebagai nama lembaga dakwah di kampus tersebut. Bukan hitungan jari. Namun, ada puluhan LDK yang menisbahkan dirinya pada masjid kampus. LDK Al-Hurriyyah misalnya, yang mengambil nama masjid kampus IPB sebagai nama LDK-nya. Ada juga LDK Jamaah Sholahuddin UGM,
LDK Jamaah Masjid Manarul Ilmi ITS,
LDK Jamaah Nurul Huda UKMI UNS,
LDK Jamaah Nuruzzaman UNAIR,
LDK Masjid Baitul Maal PKN STANDan masih banyak lagi.
Di antara 700.000 masjid dan musholla yang tersebar di seantero Indonesia, masjid-masjid kampus ibarat mercusuar di antara lentera-lentera yang redup. Masjid kampus menjadi muara perpaduan iman dan ilmu yang lantas melahirkan pemuda pemudi pembangun bangsa.
Maka, bukan tanpa alasan jika para aktivis kampus memulai dakwahnya dari masjid. Ada keyakinan yang mengakar kuat dalam diri mereka bahwa sejarah akan berulang. Bahwa kejayaan dakwah Rasulullah akan kembali dikecap jika kita pun menapaki jejak beliau.
Bukankah membangun masjid adalah hal pertama yang dilakukan Nabi Muhammad SAW ketika sampai di Madinah? Sebuah langkah strategis yang kemudian mengantarkan Madinah sebagai negara Islam berdaulat yang kemudian disegani oleh negeri-negeri pongah, yang melahirkan pejuang dan generasi terbaik sepanjang sejarah.
Lantas, dari masjid mana kau akan bermula, Kawan?
2. Dept. Hubungan Masyarakat
Kedua Perintis Tarbiyah Itu Kembali Bersua
Minggu, 12 November 2017
Saksi bisu yang tidak hanya berisi rentetan huruf dan angka
Bukan pula tahun, bulan, tanggal, dan hari biasa
Inilah peristiwa bersejarah dari dua kampus terkemuka
Yang akan dikenang dari masa ke masaYang satu fokus ilmu syari’ah
Ilmu fiqh dan Ushul fiqh menjadi spesialisasinya
Yang satu lagi ahli dalam bidang keuangan
Akuntansi, perpajakan, dan bea cukai jangan lagi ditanyaOrang-orang pilihan dari kedua kampus tersebut kemudian menjadi pelopor
Perintis terciptanya lingkaran-lingkaran syahdu
Lingkaran penuh cinta
Yang diadakan satu Minggu sekali biasanyaKelompok asik yang bukan hanya berisi gurauan dan canda tawa
Lingkaran mingguan yang bukan hanya membicarakan hal-hal serius yang bikin kurus
Di halaqoh-halaqoh ini, para Jundi ditempa untuk menjadi prajurit dakwah
Tanpa mengindahkan nilai-nilai asik dan kekinian agar terus fleksibel dari zaman ke zamanLIPIA dan STAN bersatu padu menyebarkan gerakan suci ini
Gerakan suci tanpa diselipi ajaran-ajaran menyimpang seperti kata “orang-orang”
LIPIA menyisir objek dakwah dari ibukota
STAN tak kenal lelah berkeliling Kota 1000 IndustriPada kemudian hari, koordinat tarbiyah terus bertambah skalanya
Bukan hanya di Tangerang dan Jakarta, tapi seluruh wilayah Jabodetabek
Sudah tak asing lagi, melihat para pemuda duduk-duduk membicarakan ummat di selasar masjid
Bahkan terus menyebar hingga mengakusisi warung, cafe, dan tempat nongkrong ala-alaKemarin, kedua Pejuang Dakwah itu kembali dipertemukan oleh Rabb-Nya
Kembali bernostalgia indahnya memulai masa-masa awal fase dakwah
Saling bertukar strategi administrasi sampai perekrutan
Berdiskusi tentang tata cara mencari dana hingga penyelenggaraan event keagamaanSungguh indah ukhuwah hari itu
Semburat senyum tak henti-hentinya mengembang
Bersujud penuh syukur kepada sang Rahman
Yang telah menganugrahkan nikmat dakwah dan tarbiyahAh tapi aku masih berpikir keras
Apakah hari itu menjadi pertemuan penuh berkah dan faidah?
Atau malah hanya menjadi kumpul-kumpul biasa dan tak berefek apa-apa?Maka kembali kutanyakan kepada diriku, hamba lemah yang penuh dosa,
Apakah aku pantas memakai jaket biru ini?
Apakah aku pantas dikatakan sebagai pemikul beban ummat?
Sudah sebanyak apa amal-amal Sholih yang telah aku lakukan?
Sudah sejauh mana nilai-nilai kebaikan yang kusebar?Ya Allah, Teruskan Ya Allah Teruskan
Ya Allah, Tetapkan Ya Allah Tetapkan
Tetapkan aku untuk selalu ada disamping mereka, Perenung ayat-ayat Robbnya
Tetapkan aku untuk selalu ada disamping mereka, Penyebar sunnah-sunnah nabinya
Tetapkan aku untuk selalu bersama mereka orang-orang yang tulus dalam jalan dakwahJadikanlah aku sebagai penumpang kapal dakwah ini selamanya
Meski badai menerjang dari timur dan barat
Meski ombak tak pernah berhenti menyerang dari utara dan selatan
Karena jika aku menyerah dan memutuskan untuk turun dari bahtera dakwah
Maka hidupku akan senantiasa diliputi keburukan dan kemaksiatanTetaplah disini di jalan dakwah ini, bersama kafilah dakwah ini. Seberat apapun perjalanan yang harus ditempuh. Sebesar apapun pengorbanan untuk menebusnya. Tetaplah disini, Jika bersama dakwah saja engkau serapuh itu, Sekuat Apa Jika Kau Seorang Diri?
(KH. Rahmat Abdullah)Tetapkan aku untuk terus berjuang bersama mereka Ya Allah! 🙏🏻😭🙏🏻
3. Dept. Kemuslimahan
Terbuka, lalu Terima
“Banyak-banyaklah tuk memberi, bukan menerima,” demikianlah kurang lebih pesan yang disampaikan oleh Pak Harfan pada murid-muridnya dalam film Laskar Pelangi. Pesan itu memang benar, tapi ada masa dimana ‘banyak menerima’ adalah pilihan yang terbaik.
Seperti yang telah kami laksanakan kemarin, sebuah kunjungan kampus, silaturrahim dengan lembaga dakwah yang lain. Dimulai dengan meluruskan niat, lalu melepas segala kebanggaan yang mungkin ada dalam diri; silaturrahim kemarin adalah ajang untuk sebanyak-banyaknya menimba dan belajar tuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.
Sebut saja sesi diskusi antara divisi kemuslimahan LDK Al- Fatih dan divisi keputrian MBM -yang aku saksikan dengan mata kepala sendiri- terasa begitu hangat. Lihatlah, mereka kemarin ibarat kawan dekat yang sudah lama tak berjumpa. Saling bergantian tanya dan jawab; senyum pun tak hilang bahkan hingga dua pihak saling berpamitan. Dan hei, kupikir divisi yang lain pun merasakan hal yang sama.
Sudah sehari berlalu. Semoga, kebaikan yang tercipta tak terhenti pada termaktubnya catatan dan notulensi perjalanan saja, tapi terkenang dan tersimpan menjadi energi penggerak tuk langkah selanjutnya.
4. Dept. Kesekretariatan
Bukan terdepan tapi beriringan
sepandai-pandainya kami menggunakan teknologi
serapih-rapihnya kami menyimpan data
seindah-indahnya kami merangkai kata dalam setiap persuratan
tidak lebih berharga dari waktu yang telah kami gunakan untuk bersilaturrahmi dengan teman-teman ldk dari pkn stan
Bukan hanya sekedar pertemuan yang kami harapakan, bukan hanya sekedar penyempurna program atau sekedar menyelesaikan notulensi.
tapi, keindahan bersilaturahmi itu ada dalam hati yang saling terbuka dan berbagi bukan untuk menunjukan siapa kita melainkan untuk saling beriringan membumikan islam di jalan dakwah