Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Al Mustanjid, Abu-l Muzhaffar Yusuf ibn Al Muqtafi, menjadi khalifah setelah ayahnya meninggal dunia. Ia memerintah selama sepuluh tahun, dan masa pemerintahannya diwarnai banyak kegemilangan dan kebaikan.
Ia disifati oleh sejarawan sebagai seorang yang adil dan penuh kasih sayang. Ia juga membebaskan wajib pajak di banyak daerah. Bahkan di Irak, bea cukai tidak berlaku sama sekali. Ia bersikap tegas terhadap para perusak.
Suatu ketika, ia pernah memenjarakan orang akibat melakukan kerusakan. Kemudian, kawannya datang untuk membebaskannya dari penjara, dengan membawa uang 10.000 dinar. Al Mustanjid kemudian berkata, “Carilah orang yang seperti ini (berbuat kejahatan dan kerusakan), maka ia akan kupenjara agar manusia bebas dari kejahatannya. Dan kau akan kuberi 1.000 dinar untuk apa yang kau lakukan.”
Ibnu-l Jauzi berkata tentang sang khalifah, “Ia (Al Mustanjid) memiliki pandangan yang tajam, pendapat yang brilian, kecerdasan tinggi, serta akhlak yang mulia. Ia juga seorang yang punya sajak-sajak yang indah, juga memahami penggunaan alat-alat astronomi.”
Di awal masa kekuasaannya, Al Faiz, penguasa Mesir dari Daulah Ubaidiyyah, wafat. Al ‘Adhid naik sebagai pemimpin terakhir dari Bani Ubaid di Mesir.
Di masa kekuasaannya juga, Yusuf ibn Najmuddin, atau yang biasa kita kenal dengan Shalahuddin Al Ayyubi, berhasil merebut Mesir dari tangan bangsa Frank. Ia langsung menjadi pemimpin di Mesir dan diberi gelar Al Malik An Nashir, dan ia mengelola daerah kekuasaannya dengan sangat baik.
Sementara hubungannya berjalan buruk dengan Bani Saljuk yang kala itu dipimpin Sulaiman. Sulaiman adalah orang yang zalim. Ia suka berbuat sewenang-wenang terhadap orang-orang kalangan bawah, baik sipil maupun militer. Kemarahan masyarakat memuncak, hingga akhirnya terjadi kudeta yang berujung pada hancurnya kediaman sultan.
Setelah Sulaiman, Arsalan diangkat menjadi sultan. Sang khalifah mampu menjalin hubungan baik dengan sultan baru ini, dan sang sultan baru sendiri adalah seorang ahli militer dan negarawan yang terpandang. Ia mampu memegang tahta kesultanan hingga 15 tahun lamanya.
Adz Dzahabi berkata, “Ketika Al Mustanjid sakit (sebelum wafatnya), ada cahaya merah yang terus-menerus memancar di langit, dan sinar itu bisa dilihat dari tembok-tembok.”
Al Mustanjid wafat pada tahun 1170 M. Di antara tokoh penting yang wafat pada masanya adalah Ad Dailami dan Abdul Qadir Jailani, juga beberapa tokoh penting lainnya. Selepas mangkatnya sang khalifah, Al Mustadhi’ kemudian menggantikannya di kursi kekhalifahan.
(Sumber: Artikel Republika: Al Mustanjid; Tarikh Al Khulafa’; Wikipedia: Al Mustanjid)