Oleh: Elmahfuzh
Waktuku lekang dari genggaman
Terbang bersama deburan angan
Cucuran air mata kering kerontang
Dipukul musim panas yang berlalu
Waktuku terpasung dalam rencana
Terkurung bersama kepulan pikiran
Pulang, bisikan paling ampuh luruhkan palung hatiku
Rumah, alasan paling cukup menutup pintu anganku
Tetaplah waktuku menunggu titik temu
Bersabar dalam penantian rinduku
Sampai waktuku berdamai dengan pilu
Harapku lumpuh terjatuh, tersenyum membiru
Saat laju gerbong memisahkan tubuh
Kebersamaan jadi utopis yang terkikis habis
Saat laju waktu berjalan memburu langkah, berlalu.
Air telah berlari pergi meninggalkan perigi
Harapku bertumpu pada gerbong baru
Lengang berbisik: sungai telah sampai ngarai
Saat telah berlalu, saat lelah berlalu.
Ragu mencicil rumah nurani, mencocol suara hati
Tekadku seperti buah yang telah ranum
Jika dilebur penyesalan akan hancur
Saat itu aku luntur, saat itu aku lentur.
Gerbong, 26 Mei 2018
