Tangisan Langit, Suriah-Palestina

Karya : Fury_buhair

Kanvas harapan
Senja menyapu cerita peradaban
Langit menggantung remang
Melepas mega rindu para pahlawan

Negeri ini rindu kedamaian
Langit menguning
Rinai mengais cahaya bening
Menepuk anging yang berpendar hening
Menyemai harapan di sayap senja kemuning

Hening,
Wajah mungil kebingungan dihimpit reruntuhan puing-puing
Tak mampu menyapa, tak mampu bergeming
Sekedar tangis di pipi manis yang pucat menguning

Suriah-Palestina
Bagai debu lenyap seketika
Negeri peradaban, disulap jadi tanah rongsokan
Ribuan bom bersejatuh
Ratusan rudal bergemuruh
Meretakkan langit, menggetarkan tubuh
Menyapu habis wajah mungil yang berlindung di rumah runtuh

Kaki mungilnya terseok-seok
Meringis melihat dinding sekolah yang roboh
Runtuh, menghimpit wajah kengkawan
Menyisakan aliran darah di pelipis, mewarnai reruntuhan

Sejarah menangis
Meringis perih dikupas gerimis
Hidupnya hanya dihitung jari
Tak ada kehidupan, tak ada teman
Hanyalah ia yang terduduk menangis
Menanti kapan langit menghukum si zionis

Puing-puing debu
Ribuan rumah hancur rapuh
Ribuan jiwa melayang, lelangit runtuh
Kota kotor dilukis darah beku
Zionis tertawa membunuh para bayi tanpa ragu
Sungguh, kau tak tahu malu

Merah saga
Dunia menangis
Sejarah meringis
Di balik reruntuhan puing-puing, wajahmu bertanya lugu,
“Berapa lama lagi aku harus menangis dan menunggu?”

Lembar Sejarah, 17 Maret 2018

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *