Senja yang tak tau kapan terulang lagi
Pagi yang tak tau kapan aku akan bangun disini kembali
Untuk tempat yang sudah membuat lembaran episode kehidupanku menjadi lebih berarti
PENGEMPON, BREBES
Dimulai dari subuh pada tanggal 20 januari 2017
Kulangkahkan dan ku niatkan perjalanan ini bersama 3 teman seperjuanganku di LIPIA Jakarta. Dan 20 an teman yang lainnya sudah berada di lokasi sejak tgl 18 Januari 2017.
Ketika mobil yang membawa kami berempat menuju stasiun senen, kami pun tak percaya dan masih ada rasa ingin mundur dari perjalanan ini.. Tapi karna Allah yang menentukan semuanya.. Hati hati kami pun tetap lurus dan akan terus berjuang sampai akhir.
Perjalanan dikereta yang menghabiskan waktu kurang lebih 4 jam membuat penat tak terhindarkan, untungnya aku bertemu seorang bapak dan bercengkrama seputar perjalanan kami ini.. Tak disangka bapak ini sangat mengetahui kampus LIPIA,
Bapak itu bilang “tamatan lipia itu MasyaAllah ilmunya, kalau yang ceramah anak lipia ga mau ketinggalan walaupun itu masih muqaddimah”
Aku hanya tersenyum sambil tertawa kecil.
Dari percakapanku dengan bapak itu jiwaku rasa ingin lebih lagi menuntut ilmu, lebih ingin lagi semangat meneruskan perjalanan ini, mencari pengalaman yang lebih berarti… Tapi sayang nya percakapan kami belum selesai bapak nya turun duluan dari kereta.
Tak terasa waktu berlalu sudah 3 jam saja, satu jam berikutnya mata akan menyaksikan sendiri bagaimana suasana Pengempon, tempat kami akan berbagi.
Ketika sampai disambut oleh teman teman yang sudah duluan berada disana.. Dalam hatiku masih saja belum ada sesuatu yang spesial untuk diungkapkan, tapi aku tetap optimis 2 minggu kedepan akan menorehkan kesan yang takkan terlupakan.
Ternyata benar, Pengempon telah membuatku tersenyum, membuat semangat berdakwahku semakin membara, mempertemukanku dengan sosok sosok calon penghuni surga, yang dengan mereka iman serasa ada, serasa tenang.. Ku kenal mereka dengan panggilan ummi, aku bertemu ummi AAN dengan semangat dakwah, cahaya suguhan kata katanya membuat hati menjadi menangis, membuat kita semakin menghamba pada Sang pemilik hati, dan tak ada kata yang bisa menggambarkan semangat juang beliau dalam menegakkan islam.
Begitu juga dengan ummi NURUL dengan sifat lembut yang telah Allah berikan untuk beliau.. Sampai sampai kami tak tega jika hatinya tersakiti oleh tingkah laku kami selama 2 minggu bersama dan ummi membebaskan kami untuk menggunakan rumahnya sebagai tempat penginapan kami disana, materi pun takkan akan bisa mengganti apapun yang telah beliau lakukan untuk kami selama 2 minggu ini, jika maaf yang kami lontarkan beliau tak ingin kami menganggap kami merepotkannya, hanya pahala saja yang ummi harapkan dari Allah..
Banyak sosok mulia yang kutemukan bersama teman-teman selama 2 minggu mengabdi di pengempon,
Banyak kebiasaan baik yang coba kami tularkan juga untuk masyarakat disana, salah satunya ‘salam sapa dan memungut sampah’, membuat kami bisa melakukan kebiasaan baik ini dimana pun kami berada,
Anak anak kecil pengempon yang telah mengalahkan semangat membacaku, aku harus belajar banyak dari Pengempon,
Belajar berbagi
Belajar kompak
Belajar ramah
Belajar semangat
Belajar tulus
Belajar toleransi
Belajar ikhlas
Karna tanpa ini semua, apapun yang kita lakukan terasa hambar tanpa rasa, seperti teh tanpa gula.
Tanggal telah berganti menjadi 31 januari 2017, saatnya kembali,rasa hati semakin tak menentu, tak percaya baru kemarin rasanya berangkat tapi sudah harus kembali, tapi aku harus pulang, tugas dakwah masih ada, semakin berat dizaman ini, jadikan pengalaman dipengempon batu loncatan untuk maju untuk yang menjadi yang terdepan bersama ISLAM.
Terima kasih untuk teman teman seperjuangan dipengempon, kalian terhebat!
Dari kalian aku belajar
Bagaimana bekerjasama
Bagaimana disiplin
Bagaimana totalitas
Bagaimana mengenal
Bagaimana memahami
Dan ku tinggalkan satu keping hatiku padamu Pengempon
Waktu lah yang telah membuat kita bertemu, tapi ia tak bisa disalahkan, karna waktu juga yang akan membuat kita bertemu kembali..
I leave my heart in Pengempon
Salam cinta dari jakarta
Goresan tinta
~Nisa ulkhairiyah ~


Semangat trus dalam dakwah dannapun kalian bersda