Oleh Delvi Istiqomah
Seperti kita ketahui, bahwasanya Islam sangatlah berpengaruh dalam perekonomian terutama di Indonesia. Apa sih pengaruhnya? Salah satunya yaitu adanya daerah-daerah pesisir yang sering dikunjungi para pedagang Islam dari Arab dan Gujarat, yang menerapkan sistem jual beli secara Islam serta ada juga kewajiban untuk membayar zakat, infaq, waqaf, menyantuni anak yatim dan lain-lain. Dengan hal-hal yang demikian membuat perekonomian semakin berkembang pesat.
Seiring berkembangnya perekonomian di Indonesia menyebabkan sebagian besar penduduknya ada yang kaya dan ada juga yang miskin (kurang mampu). Sehingga ada sebagian orang bahkan kelompok yang beranggapan bahwasannya di negeri kita Indonesia banyak etnis tertentu yang mayoritas non muslim kaya raya sedangkan muslim justru miskin-miskin. Mengapa?? Sebenarnya, tidaklah non muslim yang selalu lebih kaya daripada muslim, banyak juga non muslim yang miskin. Nah, jika dilihat banyak muslim itu miskin karena mayoritas penduduk Indonesia ini beragama Islam dan lebih menonjol. Jadi, kaya atau miskin tidaklah selalu identik dengan agama, melainkan Allah memberikan rezeki kepada setiap orang, Allah memberlakukan sunnah kauniyahnya bahwa siapapun yang berusaha keras, bekerja cerdas atau pandai berbisnis, mereka akan mendapatkan hasil yang setimpal. Namun,dengan sifat Rahim-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, kalaupun muslim itu miskin, itu merupakan ujian dari Allah SWT. Jika sabar dalam menghadapinya, maka Allah akan memberikan balasan yang berlipat ganda di akhirat kelak. Adapun kejayaan non muslim di dunia itu karena hasil dari usaha serta kerja keras di dunia, tetapi di akhirat tidak mendapat apa-apa dan bisa juga itu merupakan bentuk istidraj dari Allah SWT.
Seperti sabda Rasulullah SAW:
الدنيا سجن المؤمن و جنة الكافر
“Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir”(HR.Muslim). Nauzubillahi min Zalik..
Oleh karena itu kita sebagai generasi pemuda pemudi muslim harus bisa mewujudkan negeri kita yang makmur, aman, sentosa, penduduk yang sejahtera. Sebagaimana yang patut kita tiru dari sahabat nabi Utsman bin Affan yang pertama yaitu kedermawanannya yang luar biasa, banyaknya harta yang ia miliki tidak menjadikannya gila harta dan cinta dunia, justru dijadikan untuk beramal saleh dengan sedekah. Kedua, yaitu kelemahan lembutannya, sehingga jika kita menerapkan kepribadian beliau dan hukum-hukum ekonomi Islam dengan baik dan sesuai syariat Islam akan menjadikan penduduk Indonesia termasuk kita, menjadi orang yang kaya harta dan juga kaya hatinya. Aamin Allahuma Aamin. Tapi bagaimana caranya? Caranya apabila kita diberi nikmat harta yang banyak, kita pergunakan itu di jalan Allah, didermakan ke orang lain yang lebih membutuhkan, dan jangan lupa untuk selalu bersyukur juga merasa qona’ah atas apa yang telah Allah berikan. Wallahu a’lam bishowab.
