Pengabdian Masyarakat, 12 Hari Menyatu Bersama Umat

Laporan kegiatan Khidmatul Quro’ 8

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan rahmat dan kemudahan-Nya, sehingga LDK Al-Fatih dapat melaksanakan kegiatan Khidmatul Quro dengan lancar dan penuh keberkahan. Kegiatan ini berlangsung selama 12 hari, dimulai pada tanggal 7 hingga 20 Agustus 2025, bertempat di Desa Ponjong, Gunungkidul, sebuah desa yang sederhana namun hangat, jauh dari hiruk pikuk kota, namun dekat dengan nilai-nilai ketulusan

Khidmatul Quro bukan sekadar program kerja tahunan. Ia adalah bentuk nyata dari semangat dakwah yang membumi—ketika teori berubah menjadi aksi, dan idealisme diuji langsung oleh realitas kehidupan masyarakat. Dalam rentang waktu yang singkat ini, para peserta tidak hanya hadir untuk memberi, tetapi juga untuk belajar: tentang ketulusan, tentang pelayanan, dan tentang makna dakwah yang sesungguhnya.

Selama kegiatan berlangsung, berbagai aktivitas dilaksanakan secara intensif dan menyeluruh. Para peserta yang terdiri dari pengurus dan kader LDK Al-Fatih terlibat langsung dalam kegiatan mengajar di pondok pesantren, sekolah dasar, serta TPQ dan TPA di beberapa dusun sekitar. Tidak hanya mengajar ilmu, mereka juga hadir sebagai teman bagi para santri—menyemangati, mendengarkan, dan menginspirasi.


Selain itu, kegiatan silaturahmi warga menjadi momen penting yang mempertemukan peserta dengan masyarakat secara lebih personal. Setiap kunjungan ke rumah-rumah warga membuka ruang cerita, mempertemukan senyum, dan menjembatani ukhuwah. Dari sana, kami belajar bahwa dakwah bukan selalu soal berbicara—tetapi juga tentang mendengarkan dan merasakan.

Tidak kalah penting, aksi sosial berupa dropping air bersih dilaksanakan untuk membantu warga yang mengalami keterbatasan akses air. Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kami bahwa dakwah pun harus hadir sebagai solusi atas kebutuhan nyata umat.

Hari-hari di desa berlalu dengan cepat, namun kesan yang tertinggal terasa dalam. Setiap pagi yang dimulai dengan lantunan adzan dari masjid kecil, setiap siang yang diisi dengan canda anak-anak di kelas, dan setiap malam yang ditutup dengan diskusi hangat di serambi rumah warga—semuanya menjadi fragmen pengalaman yang menyusun mozaik pengabdian yang utuh.

Khidmatul Quro mengajarkan kami bahwa pengabdian bukan tentang siapa yang paling banyak memberi, tapi siapa yang bersedia hadir sepenuh hati. Bahwa dakwah bukan sekadar program kerja, tetapi kesungguhan untuk menemani umat, berada di tengah-tengah mereka, dan melayani dengan rendah hati.

InsyaAllah, kegiatan ini akan terus menjadi program unggulan LDK Al-Fatih sebagai bentuk dakwah yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Semoga apa yang ditanamkan selama 12 hari ini, kelak tumbuh menjadi pohon kebaikan yang terus berbuah dalam kehidupan kami, dan di hati masyarakat yang kami temui.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *