[OPINI] Layar Kaca Indonesia

opini-layar-kaca-indonesia

Apa pendapat kalian tentang kondisi layar kaca Indonesia saat ini, terlebih dengan mulai munculnya film-film Islami di layar lebar?
Nabila Taqiyya-UIN Surabaya
Kalo menurut ane, kondisi pertelevisian di Indonesia sudah masuk kondisi siaga. Hampir 50% bahkan lebih, tv Indonesia dominan menayangkan sinetron. Kalo sinetronnya bagus dan religius gak papa. Lah ini, hampir seluruh sinetron di tv menyajikan budaya pacaran yang jelas-jelas buruk dampaknya buat anak-anak atau adek-adek kita. Dengan adanya film-film Islami semisal KMGP dan Tausiyah Cinta, kayak ada hawa baru di perfilman Indonesia, khususnya untuk pemuda. Menurut ane, kualitas film TC mungkin gak sebagus film-film Islami lain seperti Bulan Terbelah di Langit Amerika (BTDLA), tapi ada satu sisi di film TC yang gak bakal ente temuin di BTDLA, hakikat dakwah.
Fulanah-LIPIA Jakarta
Film Islami bisa membantu memahamkan dan menyebarkan agama Islam. Tapi, yang perlu digarisbawahi, harusnya film Islami ini menyiarkan ajaran yang sebenar-benarnya dan tidak menyampaikan Islam sekedarnya saja, agar masyarakat bisa memahami Islam seutuhnya.

Faiz Mursyid-LIPIA Jakarta
Menurut ana, secara umum, layar kaca Indonesia saat ini tidak edukatif dan Islami. Maraknya tayangan religi, tidak mengubah statusnya sebagai perusak moral, etika dan agama.

Nur Fajri Ramadhan-LIPIA Jakarta
Sering kali masyarakat menjadikan tontonan sebagai tuntunan. Sehingga jika mereka menonton sinetron dan film Islami mudah-mudahan akan memperbaiki pola pikir dan perilaku mereka. Namun, perlu dipahami bahwa film-film tersebut cocoknya untuk orang awam yang sehari-harinya menonton TV. Masalah hukum bersandiwara sendiri memang mukhtalaf fihi. Syaikh Ibnu Utsaimin sendiri membolehkan.

Hafidz Hardian-PTIQ Jakarta

Bagai sebuah pedang, televisi dapat berfungsi untuk kebaikan dan bisa juga sebaliknya. Tergantung siapa yang menggunakannya. Namun, saat ini sisi negatifnya lebih banyak dari sisi positifnya. Yang perlu diperhatikan, untuk mewujudkan acara tv dan film yang baik, harus ada kerja sama dari semua pihak di negeri ini. KPI harus terus memantau dan memastikan bahwa acara tv, film, maupun iklan yang tayang adalah yang berdampak baik kepada masyarakat. Adanya lembaga lain yang peduli untuk mewujudkan tayangan-tayangan yang baik. Masyarakat pun harus, ingat ya, harus, harus berperan pula untuk mewujudkannya dengan sebagai penilai, pemantau, pelapor dan juga apresiator. Lantas, apa pendapatmu?

 

kunjungi media sosial Al-fatih : 

| Al-fatihFacebook.com | Al-fatihInstagram.com |  Al-fatihTwitter.com

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *