Mencintai Diri Sendiri: Perspektif Islam tentang Self Love

oleh Kaisa Rania, Tim Media Center.

Mencintai dan dicintai adalah fitrah dan naluriah seorang manusia,dan itu adalah perasaan yg Allah SWT anugrahkan kepada manusia. Tapi terkadang orang-orang sibuk mencintai orang lain atau makhluk lain atau bahkan hal-hal tertentu tapi lupa untuk mencintai dirinya sendiri atau bisa kita sebut juga dengan istilah self love.

Apa itu self love ?

Self love adalah tindakan mencintai, menerima, dan menghargai diri sendiri secara positif dengan cara mendukung pertumbuhan fisik, mental, dan spiritual. Konsep ini mencakup pemahaman akan kelebihan dan kekurangan diri sendiri, menjaga kesehatan, dan membuat pilihan yang baik untuk kesejahteraan pribadi tanpa merugikan orang lain. Sangat kompleks bukan? Dan inilah yang banyak orang belum sadari sepenuhnya dan berakhir menekan diri sendiri secara fisik maupun mental.

Padahal yang selalu bersama kita 24/7 hanyalah diri kita sendiri. Jasad kita ini merupakan amanah dari Allah SWT. Tapi kita masih saja insecure, malu, atau bahkan melakukan hal-hal yang sejatinya merusak diri hanya untuk terlihat lebih baik. Bukannya berusaha untuk menjadi lebih baik itu dilarang, namun jika itu hanya akan menyakiti diri sendiri maka tak ada alasan untuk melakukannya.

Imam Al-Ghazali dalam salah satu kitabnya Ihya Ulumuddin menegaskan,

“Cinta adalah kecenderungan jiwa kepada sesuatu yang dianggapnya baik dan sempurna, serta mendapatkan kenikmatan dari sesuatu yang dicintainya.”

Artinya, self-love pada dasarnya adalah naluri. Bahkan beliau menambahkan,

“Barang siapa yang tidak mencintai dirinya sendiri, ia tidak akan mencintai Tuhannya.”

Hal ini menunjukkan bahwa mencintai diri bukan sekadar urusan pribadi, tetapi justru menjadi fondasi untuk mencintai Allah SWT.

Self love dalam pandangan Islam.

Self love bukan sekadar tren yang ramai dibicarakan anak muda sekarang. Dalam kacamata Islam, mencintai diri sendiri bukan berarti egois atau mendahulukan diri di atas orang lain, tapi menjaga diri agar tidak jatuh pada keburukan. Karena bagaimana kita bisa berbuat baik pada orang lain kalau diri sendiri saja tidak kita rawat?

Lalu, bagaimana Islam memandang tentang mencintai diri ini?

Al-Qur’an sudah memberikan jawabannya : إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَكِنَّ النَّاسَ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Sesungguhnya Allah tidak berbuat aniaya kepada manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.” (Yunus: 44)

Ayat ini mengingatkan bahwa kadang kita sendiri yang merugikan diri—entah dengan menyepelekan kesehatan, merendahkan diri, atau terus-menerus menyalahkan diri atas kesalahan. Padahal Allah tidak menzalimi kita sedikit pun.

Dan di dalam sebuah hadis dari Abu Zar, dari Nabi (shallallahu ‘alaihi wasallam)., dalam hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Nabi (shallallahu ‘alaihi wasallam) dari Tuhannya disebutkan:

يَا عِبَادِي، إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا

“Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan perbuatan aniaya atas diri-Ku, dan Aku menjadikannya haram pula di antara kalian. Maka janganlah kalian saling berbuat aniaya.” (HR. Muslim)

Kalau kepada orang lain saja kita tidak boleh berbuat zalim, apalagi kepada diri sendiri. Jadi, self love berarti menjaga diri agar tidak terjatuh dalam kezaliman pada diri sendiri, baik fisik maupun batin.

Self love Islami bisa kita wujudkan dengan hal-hal sederhana: menjaga kesehatan, tidak membandingkan diri berlebihan di media sosial, beristirahat cukup, hingga menenangkan hati dengan doa dan dzikir. Semua itu bukan hanya membuat kita merasa lebih baik, tetapi juga bentuk cinta dan syukur kita pada diri yang Allah titipkan.

Mari mulai belajar mencintai diri dengan cara yang Allah ajarkan. Karena ketika kita benar-benar sayang pada diri sendiri, kita sedang melindungi diri dari kezaliman, mendekatkan diri kepada-Nya, dan membuka jalan menuju ketenangan yang hakiki.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *