
Nuansa Dakwah – Alhamdulillah. Puji dan syukur hanya milik Allah Ta’ala. Segala nikmat dan kemudahan adalah anugerah-Nya semata.
Televisi sebagai salah satu bentuk kemajuan teknologi manusia adalah sebuah hal yang patut disyukuri. Tapi, tidak bisa dipungkiri bahwa sajian televisi saat ini banyak mengandung hal negatif yang justru harus kita hindari. Meninggalkan si kotak kaca segi empat ini adalah pilihan yang tepat. Namun, akan lebih bijak jika ada sebuah perubahan besar yang dapat menyelamatkan umat Islam di negeri ini secara utuh seperti yang tengah diupayakan oleh para sineas muslim Indonesia. Nah, Sahabat Al-Fatih, perbincangan seputar pertelevisian dan perfilman Indonesia itulah yang akan kita bahas di edisi kali ini. Simak juga opini kawan-kawan kita dari berbagai kampus terkait film-film Islami yang muncul belakangan ini.
Terkhusus untuk sahabat seperjuangan di Kampus Biru LIPIA, ada 2 rubrik istimewa yang nggak boleh kamu lewatkan, yaitu rubrik liputan tentang Rumah Fiqh Indonesia (RFI) dan rubrik TTS berbahasa Arab. Yang ngaku mahasiswa/i LIPIA, harus bisa jawab TTS-nya ya! 😀
Tak lupa salam hangat teruntuk para penghuni baru kampus LIPIA. Ahlan wa Sahlan bikum. Semoga kita bisa sering bersilaturrahim di berbagai kesempatan ya. Akhir kata, semoga bermanfaat dan selamat membaca. (red/ldkalfatih)
Download Al-Fatih Magz disini : https://drive.google.com/file/d/0B008YyFgBGZ1RkRtRnRZSTFWbkU/view?usp=docslist_api
kunjungi media sosial Al-fatih :
| Al-fatihFacebook.com | Al-fatihInstagram.com | Al-fatihTwitter.com |
