Oleh Haris Munandar
Generasi Z atau yang sering disingkat menjadi Gen Z adalah kelompok demografis yang menggantikan Generasi Milenial dan sebelum Generasi Alfa. Para peneliti dan media populer menggunakan pertengahan hingga akhir tahun 90-an sebagai tahun awal kelahiran dan awal tahun 2010-an sebagai tahun akhir kelahiran Gen Z.
Ketika kita melihat keadaan saat ini, apa harapan bagi anak muda ke depannya? Harapan adalah masa depan, jadi apa langkah anak muda untuk mengambil peran di masa depan? Manusia diberi dua sisi kehidupan, positif dan negatif. Sama halnya yang dirasakan anak muda hari ini, mereka dihadapkan pada dua sisi tantangan, hal-hal yang bernilai positif dan bernilai negatif.
Anak muda, khususnya Gen Z, memiliki kemampuan critical thinking untuk berpikir kritis terhadap suatu hal, namun mereka juga harus memiliki kemampuan creative thinking untuk berpikir secara kreatif. Ketika dua hal tersebut dimiliki oleh anak muda, maka itu bisa menjadi bekal untuk mengambil peran di masa depan. Anak muda sangat kreatif. Ketika mereka diberi sedikit umpan, hal itu bisa menjadi luar biasa. Mereka sekarang memiliki peluang yang banyak untuk mendapatkan hal-hal yang belum tentu diperoleh oleh generasi sebelumnya. Pertanyaannya, apakah itu diarahkan untuk diri sendiri atau untuk bersama-sama?
Gen Z memiliki banyak kemudahan untuk mengetahui banyak hal, tetapi seringkali hanya sebatas permukaan saja, tidak digali secara mendalam. Ini adalah salah satu permasalahan anak muda saat ini. Mereka mengetahui banyak pengetahuan, tetapi sayangnya tidak mendalaminya, sehingga tidak bisa menjadi ahli dalam bidangnya.
Tantangan negatifnya adalah ketika anak muda terlalu sibuk dengan diri sendiri, mereka bisa menjadi individualistik. Mereka mungkin menyelesaikan permasalahan hanya dari satu sudut pandang saja. Padahal, ketika ada sebuah permasalahan, yang perlu dieksekusi adalah melihat dari sudut pandang holistik, yaitu melihat keadaan secara keseluruhan. Sikap individualistik ini akan mempengaruhi seseorang untuk mengambil peran di masa depan. Ketika seseorang nyaman dengan dirinya sendiri, ia tidak akan peduli dengan keadaan sekitarnya, sehingga enggan berbagi kepada orang lain.
Oleh karena itu, anak muda perlu membangun semangat kolaborasi. Setiap individu memiliki potensi dan kemampuan masing-masing. Ketika kita memanfaatkan skill orang lain untuk digabungkan menjadi satu kesatuan, kemudian mengejar satu tujuan untuk memberikan dampak positif kepada orang lain, maka terbentuklah semangat kolaborasi anak muda untuk kebermanfaatan sosial.
Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Oleh karena itu, bagi anak muda hari ini, jemputlah masa depan dan ambillah peran di masa yang akan datang, dengan menjadi bagian dari semangat kolaborasi tersebut.
