Qobla kulli syai’, tidak layak rasanya seorang tolibul ilmi menggunakan metode murojaah seperti ini. Seolah-olah ia belajar li ajlin natijah faqot. Padahal, tujuan belajar adalah amal. Maka sebaik-baik cara murojaah adalah tatbiqul ilmi.
Tapi kita juga tidak bisa menutup mata, bahwa terkadang kesibukan, semangat yang naik-turun, kejenuhan yang tiba-tiba melanda, membuat diri abai untuk memurojaah mawad di hari-hari biasa. Saat mendekati ujian baru kemudian kita tersentak sadar, betapa kita telah menghabiskan waktu dengan sia-sia.
Telat memang, tapi ta’akhkhuruka ahsan min giyabika, kata salah seorang dosen di kelas. Telat masih lebih mending daripada tidak sama sekali. Sistem kebut semalam masih mending daripada menyerah, tidak belajar sama sekali.
Yang jadi masalah adalah ketika orang-orang menggunakan metode SKS dengan sembarang. Wal hasil, nilai tidak maksimal bahkan beberapa mahasiswa mahmul atau yang lebih parah marsub. Ini tidak boleh terjadi!
Berikut delapan tips SKS yang mesti diterapkan jika ingin sukses menghadapi ikhtibar.
1. Karena Kamu Bukan Vampir Maka Lakukanlah Qoilulah Nahar.
Murojaah mawad membutuhkan stamina ekstra dan kondisi tubuh yang fit. Qoilulah nahar atau tidur siang adalah cara terbaik untuk menyiapkan semua itu. Atau jika kamu tidak sempat maka kurangilah kegiatan yang membuatmu cepat lelah. Mengonsumsi vitamin C mampu menjaga tubuh tidak dari flu ringan.
2. Sebelum Membuka Muqorror, Bangun Pikiran “Apapun Yang Terjadi Malam Ini Untuk Masa Depan”
Terkadang kemampuan maksimal seseorang hanya akan keluar saat ada tekanan. Mari menghayal jauh ke depan, apakah iya kamu ingin gagal di ikhtibar hanya gara-gara tidak sabar murojaah 3-4 jam? Apakah iya kamu mau menanunggung malu di depan keluarga dan teman-teman hanya gara-gara tidak kuat murojaah malam ini? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan menjadi cambuk setiap kali malas menghampiri.
3. Siapkan Catatan dan Materi Pendukung dari Maddah yang Akan Diujikan.
Antum bisa fotocopy catatan teman yang rajin nyatat di kelas. Ini penting, karena tidak semua bagian kitab dapat dipahami dengan jelas. Jangan ceroboh dengan hanya mengandalkan catatan pribadi.
4. Uzlah, Carilah Tempat Paling Kondusif
Salah satu yang membuat SKS seringkali gagal adalah belajar di tempat yang sulit mencurahkan fokus. Di depan televisi misalnya. Atau di antara teman-teman yang sedang ngobrol, ada kecenderung diri untuk ikut bergabung dengan mereka. Ini sangat berbahaya. Merusak kualitas SKS. Hindarilah!
5. Selagi Masih Segar, Pelajari Bab yang Paling Sulit Dulu.
Ini penting, cepat-lambat masuknya mawad itu sangat dipengaruhi oleh kondisi otak. Mumpung masih segar, mulailah dari yang paling sulit lebih dahulu.
6. Baca Semua Bagian Muqorror, Kemudian Tandai Bagian yang Penting.
Hal ini akan sangat membantu keesokan harinya. Kamu tidak perlu membaca semua kitab lagi, cukup bagian-bagian yang kamu tandai saja.
7. Gunakan Metode “50-10 Minutes’
Bagi kamu yang tidak bisa lepas dari gadget, metode ini sangat ampuh. Gunakanlah 50 menit untuk fokus murojaah setelah itu gunakan 10 menit untuk istirahat. Terserah mau melakukan apapun.
8. Katakan Ketika Sudah Tidak Kuat, “5 Menit Lagi”
Pada akhirnya kamu hanyalah manusia biasa yang mudah sekali merasa bosan. Ketika kamu tidak kuat lagi membaca muqorror, bisikkan kata ini, “5 menit lagi”. Setelah lima menit, ucapkan kembali, “5 menit lagi”. Begitu seterusnya. Metode ini sangat jitu untuk mengulur-ulur waktu.
8 tips ini jika dipraktekan dengan penuh dedikasi, insya Allah akan menjadikan SKS efektif. Selamat mencoba.
